Albert Einstein, pasti kita semua tahu. Pesohor ilmu pengetahuan yang memperoleh Nobel Fisika di tahun 1921 dan penggagas teori relativitas yang terus menjadi fenomena hingga masa kini. Kemampuan Einstein yang sungguh berlian itu ternyata didasari oleh beberapa ‘pondasi’ kehidupan yang dianutnya.
Berikut 8 ajaran hidup dari sang Fisikawan dunia :
1. Ikuti rasa keingintahuan-mu
Ada nukilan kata-kata yang sangat menggelitik “keingintahuan adalah segalanya”. Yup, keingintahuan kita akan segala sesuatu akan membawa kita pada ilmu pengetahuan, pengalaman dan dunia yang baru. Jangan padamkan rasa ingin tahu kita, ikuti dan temukan.
2. Ketekunan itu sangat berharga
Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan. Tentu saja, usaha besar yang kita lakukan akan sangat sia-sia tanpa dibarengi ketekunan dalam menghadapinya.
3. Fokuslah pada masa kini
Jangan fokus pada kegagalan yang pernah anda lakukan, fokuslah pada apa yang akan anda lakukan terhadap kegagalan itu.
4. Imajinasi
Ingat lirik lagu Dewa “bahwa imajinasi lebih berharga dari ilmu pasti“? tentu saja, sang ahli ilmu pasti sekaliber Einstein-pun mengajurkan untuk selalu ber-imajinasi. Jangan takut untuk berkhayal.
5. Buatlah kesalahan
Ini bercanda? tentu tidak, tak kan pernah ada kesempurnaan tanpa kesalahan. Kesalahan akan membuat kita semakin pintar dan kreatif dalam menghadapi masalah yang lebih besar. Bukankah Newton seringkali melakukan kesalahan dalam penemuannya?
6. Cipatakan nilai
Jangan habiskan waktu untuk berfikir menjadi sukses, buat nilai kita berharga, maka sukses akan datang dengan sendirinya. Galilah kemampuan anda, berikan passion dan niscaya itu akan membawa kepada kesuksesan.
7. Pengetahuan datang dari pengalaman
“Pengalaman adalah guru yang berharga” maka carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan formulasikan pengalaman itu menjadi sebuah pengetahuan yang luar biasa.
8. Pelajari aturan dan kemudian bermainlah secara luar biasa
Lihat dan amati aturan main di tempat kerja anda, dan lakukan hal tersebut lebih baik daripada rekan kerja anda di kantor.
---oOo---
"Jangan meremehkan KEKUATAN PIKIRAN. Sama seperti air memiliki kekuatan untuk bergeser dan mencetak pemandangan bumi, PIKIRAN ANDA MEMILIKI KEKUATAN untuk menggeser dan mencetak pemandangan hidup Anda." Sukses :Semua Alasan Benar adanya. Namun semua alasan tidak membuat kita sukses. Perjuangan selalu adalah pilihan untuk sukses. Ilmu adalah modalnya. Tindakan adalah Prosesnya. Pencapaian demi pencapaian adalah hasilnya. Tingkatkan hasil pencapaian dari hari ke hari.
prodak kesehatn herbal
berani mencoba berarti mau sukses
Rabu, 27 Oktober 2010
Sukses Keturnan
By : Peter Lim
Pilihlah seorang idola KITA untuk KITA pelajari dengan seksama selama satu bulan agar KITA demikian mengenal cara berpikirnya sehingga KITA bisa duduk dan meminta bibingan darinya dalam imaginasi KITA. Hal diatas inilah yang disarankan oleh bapak MAXWELL.
KITA bisa melihat seorang bapak yang pengusaha, anaknya pengusaha, pamannya pengusaha, kakeknya pengusaha, neneknya pengusaha atau bahkan ibunya juga pengusaha. Dan mereka ini keluarga pengusaha. Dan contohnya sangat banyak sekali.
KITA juga bisa melihat, seorang bapak yang prajurit dengan pangkat jendral, anaknya juga tentara, keponakannya juga tentara, adiknya juga tentara, pokoknya keluarga tentara.
Ada lagi yang ibunya seorang guru, adiknya yang lelaki seorang guru, pamannya dosen, keponakannya guru, adiknya guru, suaminya guru. Dan mereka ini keluarga guru.
KITA juga bisa melihat contoh yang sangat banyak yang lain lagi dan KITA yang tahu itu. Ini adalah keluarga yang mengidolakan orang yang mereka hormati, mengidolakan orang – orang yang mereka hormati yang biasanya dari keturunan mereka yang terdahulu atau memiliki idola yang hampir sama atau bahkan mempunyai idola yang sama.
Keluarga keluarga sukses ini adalah contoh "sukses keturunan" yang membatalkan hukum sukses bahwa sukses itu bukan keturunan. Ini adalah contohnya.
"SUKSES KETURUNAN"
Yang terjadi sebenarnya adalah cara mereka mengikuti siapa yang mereka idolakan dari keturunan mereka, yang telah sukses dalam bidangnya, misalnya seorang anak mengikuti cara bapaknya yang seorang jendral dan ingin seperti bapaknya dan dia mengidolakan sang bapak.
Dan kemungkinan besar, si anak akan ketularan sikap dan tingkah laku sang ayah yang dia idolakan.
Sikap sang jendral tertanam di dalam diri si anak, yang kelak dikemudian hari si anak akan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi seorang jendral seperti sang ayah.
Karena sikap yang baik dari orang yang diidolakan ini seperti radiasi yang menular ke anak yang langsung masuk kedalam dirinya. Inilah yang dinamakan "sukses keturunan."
KITA juga bisa demikian sukses seperti mereka, KITA misalnya seorang yang miskin, ingin jadi guru, coba saja mengidolakan bapak Umar Bakri. Banyak guru – guru besar yang bisa KITA idolakan, sejauh mana KITA memandang kata "besar".
KITA juga bisa demikian, bila KITA keluarga petani dan ingin menjadi seorang jendral maka coba saja mengidolakan seorang jendral.
Bila KITA keluarga yang miskin dan berniat menjadi pengusaha maka KITA bisa mencoba mengidolakan para pengusaha, para executive yang sukses, cari tahu tentang idola KITA, sikapnya dan caranya bersikap menghadapi sesuatu.
Jadikan mereka teman KITA dalam pikiran KITA, jadikan sahabat KITA, jadikan sebagai tempat KITA meminta pendapat, kira – kira apa yang akan dilakukannya bila menghadapi situasi yang seperti KITA alami. Bertemanlah dengan idola KITA dalam bayangan sukses KITA.
“Keunggulan pemenang bukan dalam kelahiran yang mulia, IQ tinggi, atau dalam bakat. Keunggulan pemenang hanya berada dalam SIKAP, bukan kecakapan. SIKAP adalah kriteria untuk sukses. Tetapi Anda tidak bisa membeli SIKAP dengan uang sejuta dolar. SIKAP tidak dijual”. ~ DENIS WAITLEY.
---oOo---
Pilihlah seorang idola KITA untuk KITA pelajari dengan seksama selama satu bulan agar KITA demikian mengenal cara berpikirnya sehingga KITA bisa duduk dan meminta bibingan darinya dalam imaginasi KITA. Hal diatas inilah yang disarankan oleh bapak MAXWELL.
KITA bisa melihat seorang bapak yang pengusaha, anaknya pengusaha, pamannya pengusaha, kakeknya pengusaha, neneknya pengusaha atau bahkan ibunya juga pengusaha. Dan mereka ini keluarga pengusaha. Dan contohnya sangat banyak sekali.
KITA juga bisa melihat, seorang bapak yang prajurit dengan pangkat jendral, anaknya juga tentara, keponakannya juga tentara, adiknya juga tentara, pokoknya keluarga tentara.
Ada lagi yang ibunya seorang guru, adiknya yang lelaki seorang guru, pamannya dosen, keponakannya guru, adiknya guru, suaminya guru. Dan mereka ini keluarga guru.
KITA juga bisa melihat contoh yang sangat banyak yang lain lagi dan KITA yang tahu itu. Ini adalah keluarga yang mengidolakan orang yang mereka hormati, mengidolakan orang – orang yang mereka hormati yang biasanya dari keturunan mereka yang terdahulu atau memiliki idola yang hampir sama atau bahkan mempunyai idola yang sama.
Keluarga keluarga sukses ini adalah contoh "sukses keturunan" yang membatalkan hukum sukses bahwa sukses itu bukan keturunan. Ini adalah contohnya.
"SUKSES KETURUNAN"
Yang terjadi sebenarnya adalah cara mereka mengikuti siapa yang mereka idolakan dari keturunan mereka, yang telah sukses dalam bidangnya, misalnya seorang anak mengikuti cara bapaknya yang seorang jendral dan ingin seperti bapaknya dan dia mengidolakan sang bapak.
Dan kemungkinan besar, si anak akan ketularan sikap dan tingkah laku sang ayah yang dia idolakan.
Sikap sang jendral tertanam di dalam diri si anak, yang kelak dikemudian hari si anak akan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi seorang jendral seperti sang ayah.
Karena sikap yang baik dari orang yang diidolakan ini seperti radiasi yang menular ke anak yang langsung masuk kedalam dirinya. Inilah yang dinamakan "sukses keturunan."
KITA juga bisa demikian sukses seperti mereka, KITA misalnya seorang yang miskin, ingin jadi guru, coba saja mengidolakan bapak Umar Bakri. Banyak guru – guru besar yang bisa KITA idolakan, sejauh mana KITA memandang kata "besar".
KITA juga bisa demikian, bila KITA keluarga petani dan ingin menjadi seorang jendral maka coba saja mengidolakan seorang jendral.
Bila KITA keluarga yang miskin dan berniat menjadi pengusaha maka KITA bisa mencoba mengidolakan para pengusaha, para executive yang sukses, cari tahu tentang idola KITA, sikapnya dan caranya bersikap menghadapi sesuatu.
Jadikan mereka teman KITA dalam pikiran KITA, jadikan sahabat KITA, jadikan sebagai tempat KITA meminta pendapat, kira – kira apa yang akan dilakukannya bila menghadapi situasi yang seperti KITA alami. Bertemanlah dengan idola KITA dalam bayangan sukses KITA.
“Keunggulan pemenang bukan dalam kelahiran yang mulia, IQ tinggi, atau dalam bakat. Keunggulan pemenang hanya berada dalam SIKAP, bukan kecakapan. SIKAP adalah kriteria untuk sukses. Tetapi Anda tidak bisa membeli SIKAP dengan uang sejuta dolar. SIKAP tidak dijual”. ~ DENIS WAITLEY.
---oOo---
Langganan:
Postingan (Atom)