berani mencoba berarti mau sukses

Rabu, 27 Oktober 2010

8 ajaran hidup dari Albert Einstein

Albert Einstein, pasti kita semua tahu. Pesohor ilmu pengetahuan yang memperoleh Nobel Fisika di tahun 1921 dan penggagas teori relativitas yang terus menjadi fenomena hingga masa kini. Kemampuan Einstein yang sungguh berlian itu ternyata didasari oleh beberapa ‘pondasi’ kehidupan yang dianutnya.

Berikut 8 ajaran hidup dari sang Fisikawan dunia :

1. Ikuti rasa keingintahuan-mu

Ada nukilan kata-kata yang sangat menggelitik “keingintahuan adalah segalanya”. Yup, keingintahuan kita akan segala sesuatu akan membawa kita pada ilmu pengetahuan, pengalaman dan dunia yang baru. Jangan padamkan rasa ingin tahu kita, ikuti dan temukan.

2. Ketekunan itu sangat berharga

Tak ada kesuksesan tanpa ketekunan. Tentu saja, usaha besar yang kita lakukan akan sangat sia-sia tanpa dibarengi ketekunan dalam menghadapinya.

3. Fokuslah pada masa kini

Jangan fokus pada kegagalan yang pernah anda lakukan, fokuslah pada apa yang akan anda lakukan terhadap kegagalan itu.

4. Imajinasi

Ingat lirik lagu Dewa “bahwa imajinasi lebih berharga dari ilmu pasti“? tentu saja, sang ahli ilmu pasti sekaliber Einstein-pun mengajurkan untuk selalu ber-imajinasi. Jangan takut untuk berkhayal.

5. Buatlah kesalahan

Ini bercanda? tentu tidak, tak kan pernah ada kesempurnaan tanpa kesalahan. Kesalahan akan membuat kita semakin pintar dan kreatif dalam menghadapi masalah yang lebih besar. Bukankah Newton seringkali melakukan kesalahan dalam penemuannya?

6. Cipatakan nilai

Jangan habiskan waktu untuk berfikir menjadi sukses, buat nilai kita berharga, maka sukses akan datang dengan sendirinya. Galilah kemampuan anda, berikan passion dan niscaya itu akan membawa kepada kesuksesan.

7. Pengetahuan datang dari pengalaman

“Pengalaman adalah guru yang berharga” maka carilah pengalaman sebanyak mungkin, dan formulasikan pengalaman itu menjadi sebuah pengetahuan yang luar biasa.

8. Pelajari aturan dan kemudian bermainlah secara luar biasa

Lihat dan amati aturan main di tempat kerja anda, dan lakukan hal tersebut lebih baik daripada rekan kerja anda di kantor.

---oOo---

Sukses Keturnan

By : Peter Lim

Pilihlah seorang idola KITA untuk KITA pelajari dengan seksama selama satu bulan agar KITA demikian mengenal cara berpikirnya sehingga KITA bisa duduk dan meminta bibingan darinya dalam imaginasi KITA. Hal diatas inilah yang disarankan oleh bapak MAXWELL.

KITA bisa melihat seorang bapak yang pengusaha, anaknya pengusaha, pamannya pengusaha, kakeknya pengusaha, neneknya pengusaha atau bahkan ibunya juga pengusaha. Dan mereka ini keluarga pengusaha. Dan contohnya sangat banyak sekali.

KITA juga bisa melihat, seorang bapak yang prajurit dengan pangkat jendral, anaknya juga tentara, keponakannya juga tentara, adiknya juga tentara, pokoknya keluarga tentara.

Ada lagi yang ibunya seorang guru, adiknya yang lelaki seorang guru, pamannya dosen, keponakannya guru, adiknya guru, suaminya guru. Dan mereka ini keluarga guru.

KITA juga bisa melihat contoh yang sangat banyak yang lain lagi dan KITA yang tahu itu. Ini adalah keluarga yang mengidolakan orang yang mereka hormati, mengidolakan orang – orang yang mereka hormati yang biasanya dari keturunan mereka yang terdahulu atau memiliki idola yang hampir sama atau bahkan mempunyai idola yang sama.

Keluarga keluarga sukses ini adalah contoh "sukses keturunan" yang membatalkan hukum sukses bahwa sukses itu bukan keturunan. Ini adalah contohnya.

"SUKSES KETURUNAN"

Yang terjadi sebenarnya adalah cara mereka mengikuti siapa yang mereka idolakan dari keturunan mereka, yang telah sukses dalam bidangnya, misalnya seorang anak mengikuti cara bapaknya yang seorang jendral dan ingin seperti bapaknya dan dia mengidolakan sang bapak.
Dan kemungkinan besar, si anak akan ketularan sikap dan tingkah laku sang ayah yang dia idolakan.

Sikap sang jendral tertanam di dalam diri si anak, yang kelak dikemudian hari si anak akan mengikuti jejak sang ayah untuk menjadi seorang jendral seperti sang ayah.

Karena sikap yang baik dari orang yang diidolakan ini seperti radiasi yang menular ke anak yang langsung masuk kedalam dirinya. Inilah yang dinamakan "sukses keturunan."

KITA juga bisa demikian sukses seperti mereka, KITA misalnya seorang yang miskin, ingin jadi guru, coba saja mengidolakan bapak Umar Bakri. Banyak guru – guru besar yang bisa KITA idolakan, sejauh mana KITA memandang kata "besar".

KITA juga bisa demikian, bila KITA keluarga petani dan ingin menjadi seorang jendral maka coba saja mengidolakan seorang jendral.

Bila KITA keluarga yang miskin dan berniat menjadi pengusaha maka KITA bisa mencoba mengidolakan para pengusaha, para executive yang sukses, cari tahu tentang idola KITA, sikapnya dan caranya bersikap menghadapi sesuatu.

Jadikan mereka teman KITA dalam pikiran KITA, jadikan sahabat KITA, jadikan sebagai tempat KITA meminta pendapat, kira – kira apa yang akan dilakukannya bila menghadapi situasi yang seperti KITA alami. Bertemanlah dengan idola KITA dalam bayangan sukses KITA.

“Keunggulan pemenang bukan dalam kelahiran yang mulia, IQ tinggi, atau dalam bakat. Keunggulan pemenang hanya berada dalam SIKAP, bukan kecakapan. SIKAP adalah kriteria untuk sukses. Tetapi Anda tidak bisa membeli SIKAP dengan uang sejuta dolar. SIKAP tidak dijual”. ~ DENIS WAITLEY.

---oOo---

Jumat, 06 Agustus 2010

Multilevel Marketing dalam Perspektif Fiqih Islam

Belakangan ini semakin banyak muncul perusahaan-perusahaan yang menjual produknya melalui sistem Multi Level Marketing (MLM). Karena itu, perlu dibahas hukumnya menurut syari’ah Islam. Perlu dicatat, bahwa perusahaan money game yang berkedok MLM bukanlah termasuk MLM., seperti BMA dan sejenisnya. Perusahaan BMA adalah bisnis paling zalim dan jelas-jelas menipu orang. Bisnis haram yang menggunaan sistem piramida itu pasti merugikan sebagian besar masyarakat dan hanya menguntungkan segelintir orang yang lebih dahulu masuk. Tulisan ini tidak membahas money game/penggandaan uang tersebut, karena ia tidak termasuk kepada MLM, dan hukumnya telah jelas haram. Tulisan empat serangkai, Prof. Bahauddin Darus, Drs.Agustianto,MAg, Dr. Ramli Abdul Wahab dan Miftahuddin, SE,MBA, telah mengemukakan dua belas dalil dan alasan keharaman bisnis BMA dan sejenisnya tersebut.



Sistem Pemasaran MLM


Pakar marketing ternama Don Failla, membagi marketing menjadi tiga macam. Pertama, retail (eceran), Kedua, direct selling (penjualan langsung ke konsumen), Ketiga multi level marketing (pemasaran berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran).



Kemunculan trend strategi pemasaran produk melalui sistem MLM di dunia bisnis modern sangat menguntungkan banyak pihak, seperti pengusaha (baik produsen maupun perusahaan MLM).Hal ini disebabkan karena adanya penghematan biaya dalam iklan, Bisnis ini juga menguntungkan para distributor yang berperan sebagai simsar (Mitra Niaga) yang ingin bebas (tidak terikat) dalam bekerja.


Sistem marketing MLM yang lahir pada tahun 1939 merupakan kreasi dan inovasi marketing yang melibatkan masyarakat konsumen dalam kegiatan usaha pemasaran dengan tujuan agar masyarakat konsumen dapat menikmati tidak saja manfaat produk, tetapi juga manfaat finansial dalam bentuk insentif, hadiah-hadiah, haji dan umrah, perlindungan asuransi, tabungan hari tua dan bahkan kepemilikan saham perusahaan.(Ahmad Basyuni Lubis, Al-Iqtishad, November 2000)
.
Perspektif Islam


Bisnis dalam syari’ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat yang hukum asalnya adalah boleh berdasarkan kaedah Fiqh,”Al-Ashlu fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu ‘ala tahrimiha (Pada dasarnya segala hukum dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada dalil/prinsip yang melarangnya)

Islam memahami bahwa perkembangan budaya bisnis berjalan begitu cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat bahwa Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam melakukan perdagangan.



Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip tentang pengembangan sistem bisnis yaitu harus terbebas dari unsur dharar (bahaya), jahalah (ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap salah satu pihak). Sistem pemberian bonus harus adil, tidak menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur.



1, Maysir (judi),

2, Aniaya (zhulm),

3. Gharar (penipuan),

4 Haram.

5, Riba (bunga),

6. Iktinaz atau Ihtikar

7. Bathil.

Kalau kita ingin mengembangkan bisnis MLM, maka ia harus terbebas dari unsur-unsur di atas. Oleh karena itu, barang atau jasa yang dibisniskan serta tata cara penjualannya harus halal, tidak haram dan tidak syubhat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syari’ah.di atas.



MLM yang menggunakan strategi pemasaran secara bertingkat (levelisasi) mengandung unsur-unsur positif, asalkan diisi dengan nilai-nilai Islam dan sistemnya disesuaikan dengan syari’ah Islam. Bila demikian, MLM dipandang memiliki unsur-unsur silaturrahmi, dakwah dan tarbiyah. Menurut Muhammad Hidayat, Dewan Syari’ah MUI Pusat, metode semacam ini pernah digunakan Rasulullah dalam melakukan dakwah Islamiyah pada awal-awal Islam. Dakwah Islam pada saat itu dilakukan melalui teori gethok tular (mulut ke mulut) dari sahabat satu ke sahabat lainnya. Sehingga pada suatu ketika Islam dapat di terima oleh masyarakat kebanyakan.(Lihat, Azhari Akmal Tarigan, Ekonomi dan Bank Syari’ah, FKEBI IAIN, 2002, hlm. 30)

Bisnis yang dijalankan dengan sistem MLM tidak hanya sekedar menjalankan penjualan produk barang, tetapi juga jasa, yaitu jasa marketing yang berlevel-level (bertingkat-tingkat) dengan imbalan berupa marketing fee, bonus, hadiah dan sebagainya, tergantung prestasi, dan level seorang anggota. Jasa marketing yang bertindak sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Dalam istilah fikih Islam hal ini disebut Samsarah / Simsar. (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, jilid II, hlm 159)



Kegiatan samsarah dalam bentuk distributor, agen, member atau mitra niaga dalam fikih Islam termasuk dalam akad ijarah, yaitu suatu transaksi memanfaatkan jasa orang lain dengan imbalan, insentif atau bonus (ujrah) Semua ulama membolehkan akad seperti ini (Fikih Sunnah, III, hlm 159).



Sama halnya seperti cara berdagang yang lain, strategi MLM harus memenuhi rukun jual beli serta akhlak (etika) yang baik. Di samping itu komoditas yang dijual harus halal (bukan haram maupun syubhat), memenuhi kualitas dan bermafaat. MLM tidak boleh memperjualbelikan produk yang tidak jelas status halalnya. Atau menggunakan modus penawaran (iklan) produksi promosi tanpa mengindahkan norma-norma agama dan kesusilaan.


1. /falah.
Insentif dan penghargaan


Perusahaan MLM biasa memberi reward atau insentif pada mereka yang berprestasi. Islam membenarkan seseorang mendapatkan insentif lebih besar dari yang lainnya disebabkan keberhasilannya dalam memenuhi target penjualan tertentu, dan melakukan berbagai upaya positif dalam memperluas jaringan dan levelnya secara produktif. Kaidah Ushul Fiqh mengatakan:” Besarnya ijrah (upah) itu tergantung pada kadar kesulitan dan pada kadar kesungguhan.”

Penghargaan kepada Up Line yang mengembangkan jaringan (level) di bawahnya (Down Line) dengan cara bersungguh-sungguh, memberikan pembinaan (tarbiyah, pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah) memang patut di lakukan. Dan atas jerih payahnya itu ia berhak mendapat bonus dari perusahaan, karena ini selaras dengan sabda Rasulullah:” “Barangsiapa di dalam Islam berbuat suatu kebajikan maka kepadanya diberi pahala, serta pahala dari orang yang mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun”(hadist).


Intensif diberikan dengan merujuk skim ijarah. Intensif ditentukan oleh dua kriteria, yaitu dari segi prestasi penjualan produk dan dari sisi berapa berapa banyak down line yang dibina sehingga ikut menyukseskan kinerja. ‎

Dalam hal menetapkan nilai insentif ini, ada tiga syarat syari’ah yang harus dipenuhi, yakni:adil, terbuka, dan berorientasi falah (keuntungan dunia dan akhirat). Insentif (bonus) seseorang (Up line ) tidak boleh mengurangi hak orang lain di bawahnya (down line), sehingga tidak ada yang dizalimi. Sistem intensif juga harus transparan diinformasikan kepada seluruh anggota, bahkan dalam menentukan sistemnya dan pembagian insentif (bonus), para anggota perlu diikutsertakan, sebagaimana yang terjadi di MLM Syari’ah Ahad-Net Internasional. Dalam hal ini tetap dilakukan musyawarah, sehingga penetapan sistem bonus tidak sepihak. Selanjutnya, keuntungan dalam bisnis MLM, berorientasi pada keuntungan duniawi dan ukhrawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa keuntungan dalam Islam adalah keuntungan dunia dan akhirat. Keuntungan akhirat maksudnya, bahwa dengan menjalankan bisnis itu, seseorang telah dianggap menjalankan ibadah, (asalkan bisnisnya sesuai dengan syari’ah). Dengan bisnis, seseorang juga telah membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.



Penting disadari, pemberian penghargaan dan cara menyampaikannya hendaknya tetap dalam koridor tasyakur, untuk menghindarkan penerimanya dari takabur (bangga/sombong) dan kufur nikmat, apalagi melupakan Tuhan. MLM yang Islami senantiasa berpedoman pada akhlak Islam.



Sebagaimana disebut di atas bahwa penghargaan yang diberikan kepada anggota yang sukses mengembangkan jaringan, dan secara sungguh-sunguh memberikan pembinaan (tarbiyah), pengawasan serta keteladanan prestasi (uswah), harus selaras dengan ajaran agama Islam. Karena itu, applause ataupun gathering party yang diberikan atas prestasi seseorang, haruslah sesuai dengan nilai-nilai aqidah dan akhlak. Ekspressi penghargaan atas kesuksesan anggota MLM, tidak boleh melampaui batas (bertantangan dengan ajaran Islam). Applause yang diberikan juga tidak boleh mengesankan kultus individu, mendewakan seseorang. Karena hal itu dapat menimbulkan penerimanya menjai takabbur, dan ‘ujub. Perayaan kesuksesan seharusnya dilakukan dalam bingkai tasyakkur. (Lihat, Drs.H.Muhammad Hidayat, MBA, Analisis Teoritis Normatif MLM dalam Perspektif Muamalah, 2002)



Karena itu pula, Islam sangat mengecam seseorang yang dalam menjalankan aktivitas bisnis dan perdagangannya semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Firman Allah, “ Mereka tidak lalai dari mengingat Allah dalam melakukan bisnis dan jual beli. Mereka mendirikan shalat dan membayar zakat”… (QS.24:37)



Dari ayat tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa seluruh aktivitas bisnis tidak boleh melupakan Tuhan dan jauh dari nilai-nilai keilahian, baik dalam kegiatan produksi, distribusi, strategi pemasaran, maupun pada saat menikmati kesuksesan (menerima penghargaan dan applause).



Jadi, dalam menjalankan bisnis MLM perlu diwaspadai dampak negatif psikologis yang mungkin timbul, sehingga membahayakan kepribadian, seperti yang dilansir Dewan Syari’ah Partai Keadilan, yaitu adanya eksploitasi obsesi yang berlebihan untuk mencapai terget jaringan dan penjualan. Karena terpacu oleh sistem ini, suasana yang tak kondusif kadang mengarah pada pola hidup hura-hura ala jahiliyah, seperti ketika mengadakan acara pertemuan para members.



Kewajaran harga produk



Setiap perdagangan pasti berorientasi pada keuntungan. Namun Islam sangat menekankan kewajaran dalam memperoleh keuntungan tersebut. Artinya, harga produk harus wajar dan tidak dimark up sedemikian rupa dalam jumlah yang amat mahal, sebagaimana yang banyak terjadi di perusahaan bisnis MLM saat ini. Sekalipun Al-quran tidak menentukan secara fixed besaran nominal keuntungan yang wajar dalam perdagangan, namun dengan tegas Al-quran berpesan, agar pengambilan keuntungan dilakukan secara fair, saling ridha dan menguntungkan. Firman Allah :


“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang saling ridha di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah maha Penyayang kepadamu. )QS.4:29).


Dalam konteks ini, tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.



Penetapan harga yang terlalu tinggi dari harga normal, sehingga memberatkan konsumen, dapat dianalogikan dengan ghabn, yaitu menjual satu barang dengan harga tinggi dari harga pasar.



12 syarat agar MLM menjadi syari’ah

1.Produk yang dipasarkan harus halal, thayyib (berkualitas) dan menjauhi syubhat (Syubhat adalah sesuatu yang masih meragukan).
2.istem akadnya harus memenuhi kaedah dan rukun jual beli sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah)
3.Operasional, kebijakan, corporate culture, maupun sistem akuntansinya harus sesuai syari’ah.
4.Tidak ada excessive mark up harga barang (harga barang di mark up sampai dua kali lipat), sehingga anggota terzalimi dengan harga yang amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.
5.Struktur manajemennya memiliki Dewan Pengawas Syari’ah (DPS) yang terdiri dari para ulama yang memahami masalah ekonomi.
6.Formula intensif harus adil, tidak menzalimi down line dan tidak menempatkan up line hanya menerima pasif income tanpa bekerja, up line tidak boleh menerima income dari hasil jerih payah down linenya.
7.Pembagian bonus harus mencerminkan usaha masing-masing anggota.
8.Tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus antara orang yang awal menjadi anggota dengan yang akhir.
9.Bonus yang diberikan harus jelas angka nisbahnya sejak awal.
10.Tidak menitik beratkan barang-barang tertier ketika ummat masih bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer.11.Cara penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh mencerminkan sikap hura-hura dan pesta pora, karena sikap itu tidak syari’ah. Praktik ini banyak terjadi pada sejumlah perusahaan MLM.
12.Perusahaan MLM harus berorientasi pada kemaslahatan ekonomi ummat.


Missi Syari’ah

Usaha bisnis MLM, (khususnya yang dikelola oleh kaum muslimin), seharusnya memiliki misi mulia dibalik kegiatan bisnisnya. Di antara misi mulia itu adalah :

1.Mengangkat derjat ekonomi ummat melalui usaha yang sesuai dengan tuntunan syari’at Islam.
2.Meningkatkan jalinan ukhuwah ummat Islam di seluruh dunia.
3.Membentuk jaringan ekonomi ummat yang berskala internasional, baik jaringan produksi, distribusi maupun konsumennya sehingga dapat mendorong kemandirian dan kejayaan ekonomi ummat.
4.Memperkokoh ketahanan akidah dari serbuan idiologi, budaya dan produk yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
5.Mengantisipasi dan mempersiapkan strategi dan daya saing menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi.
6.Meningkatkan ketenangan konsumen dengan tersedianya produk-produk halal dan thayyib.

(Penulis adalah Dosen Ushul Fiqh Ekonomi, Fiqh Muamalah Ekonomi, Ayat Hadits ekonomi di Pascasarjana UI, Islamic Economic and Finance Trisakti, Program Magister (S2) Perbankan dan Keuangan Universitas Paramadina, Pascasarjana Perbankan dan Keuangan Islam Universitas Az-Zahro, UIN Syahid Jakata dan UHAMKA, juga sebagai Advisor di Bank Muamalat Indonesia).



Sumber: internet

Jumat, 23 April 2010

KEKUATAN PIKIRAN UNTUK MERAIH KEKAYAAN DAN KESUKSESAN

KEKUATAN PIKIRAN UNTUK MERAIH KEKAYAAN DAN KESUKSESAN



Oleh : Johanes Ariffin Wijaya



Prinsip paling mendasar dalam pemikiran selama ini adalah :“Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa… tetapi bila Anda pikir Anda tidak bisa Anda tidak bisa.



Jadi apakah Anda akan berhasil, SUKSES atau gagal, sepenuhnya adalah tergantung pada diri Anda sendiri. Kesuksesan atau kegagalan Anda sangat tergantung kepada keputusan mental yang Anda ciptakan di dalam pemikiran Anda sendiri Kesuksesan akan datang dalam bentuk “Bisa” sedangkan Kegagalan akan datang dalam bentuk “Tidak Bisa”.



Orang-orang yang sukses adalah mereka yang menggunakan seluruh potensi pikiran mereka yang sangat luar biasa, mereka selalu mengembangkan dan memaksimalkan potensi dirinya melalui pikiran untuk pencapaian tujuan mereka. Mereka memliki pikiran yang positif dengan hasrat dan kepercayaan terhadap diri sendiri yang sangat luar biasa sekali, semangat mereka membara untuk mencapai tujuan mereka. Biasanya mereka selalu memiliki pikiran SUKSES yang positif dan jernih dalam melakukan segala perilaku dan tindakan.Jika Anda dapat menggunakan kekuatan pikiran ini, maka kekuatan ini akan mengubah mental dan perilaku Anda, tentu saja kehidupan Anda akan berubah menjadi semakin baik dan positif, serta akan mudah untuk meraih Sukses. Anda akan selalu terinspirasi dan termotivasi dengan pikiran positif Anda, tentu akan semakin banyak peluang-peluang positif dalam hidup Anda yang dapat ditemukan dalam kerajaan pikiran Anda yang sangat luar biasa ini.



Manfaatkanlah sepenuhnya kekuatan pemikiran ini untuk mewujudkan visi yang sangat luar biasa yang tentunya akan menunjang kehidupan Anda. Anda adalah satu-satunya nahkoda atau penguasa pikiran Anda sendiri, oleh karena itu apa yang Anda pikirkan dan tindakan apa yang akan Anda lakukan setiap hari adalah berawal dari pikiran Anda sendiri.



Buddha pernah berkata bahwa “Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagian akan mengikutinya bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya”.



Seorang filsuf Yunani, Plato, berbicara tentang kekuatan yang sangat besar yang ada dalam pikiran kita, dijelaskan pula oleh Plato bahwa realitas/keadaan diciptakan oleh pikiran kita dan kita dapat mengubah keadaan kita dengan cara mengubah pemikiran yang melintas di dalam pikiran kita.



Jadi jelaslah bahwa pikiran Anda adalah pemimpin/pelopor dari segala tindakan Anda dan yang menguasai pikiran adalah diri Anda sendiri, jika Anda berpikir hal-hal yang positif, hidup ini akan positif, begitu pula dengan sebaliknya.

Jika Anda berpikir Anda akan sukses, anda akan sukses, jika Anda berpikir Anda kaya, Anda pun akan kaya.



Andaikata mengalami macet di jalan, tidak perlu berpikiran negative dengan mengomel atau menggerutu, sebetulnya itu adalah waktu yang sangat tepat untuk melakukan dan menambah pikiran positif dengan mendengarkan radio dengan segudang acaranya, seperti mendengarkan cerita-cerita bijaksana dari Bapak Andrie Wongso (Motivator No. 1 Indonesia), berita/informasi yang bermanfaat dan berguna, dll.



Inspirasi tentang pikiran, adalah pikirkan selalu yang positif dan selalu katakan “Bisa”, karena kegagalan akan datang pada orang yang mengatakan ”Tidak Bisa”, jadi lebih baik katakan “Bisa”, mungkin kalimat pentingnya bisa dirubah sedikit menjadi ““Bila Anda pikir Anda bisa, maka Anda bisa… tetapi bila Anda tidak bisa Anda harus Pikir “Bisa”.